Tukang Potong Rambut Keliling jadi Penyiar Primba FM

Berkeliling antar tempat tinggal, warung, di Desa Yosorejo, Kecamatan Petungkriyono sambil mententeng tas hitam kecil adalah pekerjaan sehari-hari Wahiri. Seorang bapak dari 2 orang anak klas 6 dan 3,5 th. Adalah sebagai tukang potong rambut keliling, itulah kebisaannya dalam mempertahankan hidup di tengah jaman yang sudah serba modern sekarang ini. Pemangkas rambut keliling ini juga sebagai penyiar di radio komunitas Primba fm, yang berada di pusat kecamatan atau yang biasa disebut puncak Petungkriyono.

Kecamatan Petungkriyono berada 50 km Tenggara Pekalongan. Namun untuk menempuhnya memerlukan waktu 2-3 jam karena harus melewati jalanan yang cukup terjal, berkelok, kecil dan jalanan masih banyak yang rusak. Masih beruntung bila kita tidak mendapati ada jalanan yang longsor. Petungkriyono merupakan salah satu kecamatan yang berbatasan dengan Kab Banjarnegara. Lokasinyapun berada di atas pegunungan berhawa sejuk dengan topografi berbukit.

Jarak antar desa 2-4 km dari 9 desa yang ada, itulah yang harus ditempuh oleh Wahiri sebagai tukang pangkas rambut keliling. dengan peralatan yang sangat sederhana Wahiri bisa mendapatkan 3000-5000 rupiah perkepala yang dia pangkas. Penghasilan sehari 15-20 ribu, itupun tidak pasti biasanya karena faktor cuaca ataupun order pekerjaan serabutan lain yang biasa dia kerjakan.

Lepas Ashar dia harus pulang karena harus membantu istrinya mencarikan rumput buat pakan ternak. Keluarganya juga merawatkan ternak (Gaduh) dari orang lain, dengan sistem bagi hasil. Biasanya 1-1,5 th merawat kambing bisa mendapatkan 1 ekor anak kambing. “buat biaya sekolah anak mas”. “Insya Allah mas kalo rejekinya ada anak saya bisa sekolah tinggi” lanjutnya. Dia juga harus mencari kayu bakar untuk memasak sehari-hari, bahkan mencarikan juga kayu bakar buat orang lain dengan upah cukup buat beli rokok.

Bila malam tibapun dia tidak sungkan untuk pergi ke studio Primba fm yang berjarak 2 km dengan jalan menanjak dan gelap. Untuk sekedar memberikan sapaan dan memutarkan lagu-lagu campur sari. “yang penting senang mas. Apalagi kalo banyak yang minta lagu”.

Seperti alir mengalir, Wahiri mengikuti ke mana kehidupan ini berjalan. Dengan kesederhanaan dan menerima apa yang dia punya untuk menjalani kehidupan ini apa adanya dengan penuh semangat. Yang penting jangan pernah putus asa, demikian pesannya. (Primba fm, Petungkriyono – Pekalongan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: