Pemilihan Umum Tahun 2009 Membingungkan

Pemilihan umum merupakan pesta demokrasi warga Indonesia. Dari tahun ke tahun pesta demokrasi ini terus dilaksanakan sesuai dengan aturan yang ada. Tahun 2009 negara Indonesia juga akan melaksanakan pemilihan umum. Pemilu yang akan datang masih diwarnai banyaknya partai politik yang ikut meramaikan. Akan tetapi ramainya partai politik yang mengikuti pemilu tidak semua mempunyai massa banyak Masyarakat sangat berharap dengan pemilu yang diikuti banyak partai politik akan lebih mudah membuat kemajuan bangsa. Selain itu nasib baik bangsa ini mudah ditentukan arah dan langkah untuk menujuk rakyat yang sejahtera. Akan tetapi banyak juga masyarakat yang berpandangan lain.

Sukiman salah satunya. Sukiman beranggapan banyaknya partai politik yang mengikuti pemilihan umum hanya akan membingungkan dan membuat resah masyarakat. Apalagi dengan system dan aturan yang selalu berubah. Saat ini masyarakat sudah susah, ditambah lagi harus mempelajari tahapan – tahapan pemilu yang sampai saat ini tidak jelas tindak lanjutnya.

Somo Pawiro, 60 tahun mengatakan, tidak tahu besok mau bagaimana. Mungkin kalau sudah mulai pencoblosan akan tetap datang ketempat pencoblosan. Hal ini karena ditempat pencoblosan sudah ada petugas yang akan membantu, walaupun dia juga tidak tahu bagaimana aturan pemilihan umum saat ini.

Tetapi banyak juga masyarakat berpendapat cuek dengan pelaksanaan pemilu kali ini. Bimo, 27 tahun, gak mau tahu akan bagaimana besok pada saat akan pencoblosan. Ia menambahkan kalau keadaannya seperti ini ya mau bagaimana lagi. Lebih baik berangkat kerja dari pada pusing – pusing memikirkan pemilu.

Perasaan resah tidak hanya dialami warga masyarakat. Petugas yang melaksanakan tahapan pemilihan umum juga berpendapat serupa. Tuntun, petugas PPK ( Panitia Pemilihan Kecamatan ) mengatakan, tahapan pemilihan umum sudah memasuki tahatan kampanye. Akan tetapi Panwas ( Panitia Pengawas ) yang bertugas mengawasi “wasit” dalam setiap tahapan pemilu belum juga terbentuk. Ini mengakibatkan pelaksanaan pemilu tidak makskimal. Tuntun mengkhawatirkan akan terjadi banyak pelanggaran dalam setiap pelaksaan tahapan pemilihan umum. Bisa dibayangkan, dulu ada Panwaspun banyak terjadi pelanggaran apalagi saat ini tidak ada panwas.

Walaupun demikian Tuntun selaku petugas yang ada ditingkat Kecamatan tetap menghimbau agar masyarakat tetap menggunakan hak pilihnya. Akan tetapi masyarakat dapat berpikir dan belajar untuk menggunakan hak pilihnya. Ini juga karena masyarakat tidak hanya sekali melaksanakan pemilu.

Amrun, Angkringan FM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: