Masyarakat Menjerit Dengan Naiknya Harga Gas Elpiji

Masyarakat saat ini sedang dibuat resah. Saat masyarakat sedang diburu dengan program pengadaan gas elpiji sebagai program konvensi minyak. Masyarakat diharapkan menggunakan gas elpiji untuk mengatasi naiknya harga minyak. Akan tetapi disaat masyarakat sudah banyak menggunakan gas, pemerintah membuat kebijakan dengan menaikan harga gas elpiji. Sebenarnya masyarakat ada perasaan lega disaat kebijakan pemerintah yang tidak menaikan harga gas bersubsidi. Akan tetapi dilapangan banyak juga masyarakat kelas atas yang main borong dengan membeli gas yang bersubsidi.

Keresahan dengan naiknya harga gas elpiji ini juga dirasakan warga di Timbulharjo. Hal ini terungkap dari obrolan – obrolan ditengah masyarakat, Parman salah satunya. Dia sangat merasakan dampak dari kenaikan harga gas elpiji.

Sekarang mau bagaimana lagi mas, dulu kita ini kan diharapkan memakai gas elpiji sebagai bentuk menyukseskan konversi minyak. Akan tetapi sekarang harga gas elpiji naik, ungkap Parman.

Bambang menambahkan, saat ini dia pun merasakan dampak dari adanya program konvensi minyak. Bagaimana tidak sekarang harga gas naik dan juga sulit didapat. Walaupun harga gas bersubsidi tidak ikut dinaikan akan tetapi masyarakat tidak dibatasi yang mendapatkan gas elpiji bersubsidi. Hal ini berakibat banyak masyarakat yang tergolong mampu ikut membeli gas bersubsidi.

Melihat kenyataan yang ada seharusnya pemerintah lebih jeli untuk menentukan kebijakan yang akan diambil. Kalau seperti ini terus terjadi tidak mustahil kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan luntur, demikian ditambahkan Marsudi yang juga warga Timbulharjo.

( Amrun ) Angkringan, Siar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: