Suara Anak dari Pinggir(an) Arus Jaman

Anak-anak, dari waktu ke waktu, selalu menjadi bagian paling pinggir dari konstelasi masyarakat. Secara sosial, mereka belum dianggap mampu berperan dalam perubahan masyarakat. Mereka sering dibicarakan, tetapi jarang didengarkan. Suara mereka meski riuh, tapi selalu terdengar jauh dan sayup, bahkan kemudian lenyap ditelan gemuruh kelakuan orang dewasa. Dengan demikian, gagasan-gagasan anak tidak pernah menjadi penting, pun itu menyangkut nasib mereka. Di tengah derasnya arus perubahan jaman, anak-anak dengan sendirinya tersingkir ke tepian. Menyikapi situasi di atas, dalam beberapa tahun terkakhir ini YLPS Humana telah bekerja bersama anak-anak dari 6 kampung “pinggiran” di DIY dalam rangka mengetengahkan suara anak dalam wacana masyarakat. Secara umum aktifitas di arahkan pada penguatan gagasan tentang hak anak, eksplorasi keterampilan teknis untuk mengupayakan hak-hak tersebut serta mengekspresikan diri, dan penguatan keterampilan berorganisasi.

Ibnu, Koordinator Acara Children Geathering saat ditemui Suara Malioboro mengatakan, yang mendasari acara ini bahwa anak-anak, seperti manusia pada umumnya, memiliki kehendak, potensi dan kemampuan untuk mewujudkan keinginannya. Anak dapat belajar mengenali situasi sekitarnya, belajar berdialog dengan berbagai kalangan, belajar mengambil keputusan yang menyangkut dirinya dan orang lain. Selain itu anak juga sebagai salah satu bentuk “pertanggungjawaban publik”. Children Geathering terselenggara dengan didukung kelompok orang tua dan kelompok anak dari 6 kampung dengan tema Children Geathering 2008 Suara Anak dari Pinggir(an) Arus Jaman.

Ibnu menegaskan, suara anak tahun ini akan diisi dengan serangkaian workshop, pameran dan seni pertunjukan yang mengambil tempat di kampung-kampung. Untuk kampung Jlagran Sabtu, 28 Juni 2008 pukul 19.00  kampung masa depan bertempat dilapangan Badminton Kampung Jlagran, Kampung Pajeksan mendengarkan dan belajar bersama anak  diawali, Sabtu, 28 Juni Pemutaran film jam  anak jam 19.00 Wib, Festival gambar anak, Minggu, 29 Juni 2008 jam 19.00 WIB; Gebyar anak Kampung Pajeksan, Sabtu, 5 Juli 2008 bertempat pertigaan jalan Pajeksan; Kampung Cokrodirjan –Tegalpanggung Anak dan tradisi, Sabtu, 12 Juli 2008 Jalan Juminahan; Kampung wadhas Sleman Kamis, 10-12 Juli 2008; Workshop air bersih ,Permaianan dan Lomba anak-anak dan ditutup pemutaran Film. Untuk kampung Sumber Lor Sleman pada Selasa, 8 Juli 2008 pukul 17.00. Pameran karya anak.

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

  1. Jlagran

Adalah sebuah kampung yang terletak di pinggiran sungai Winongo, tepatnya di belakang kantor kelurahan Pringgokusuman. Kegiatan “Suara Anak” di kampung ini mengangkat sub-tema: Kampung Masa Depan.

Bentuk kegiatan yang ditampilkan akan merangkum pandangan kritis anak terhadap masyarakat serta harapan anak-anak tentang kampungnya di masa depan. Melalui pentas jathilan, dagelan, pembacaan puisi, dan tari pada Sabtu, 28 Juni 2008 pukul 19.00

  1. Sumber lor

Sebuah desa di tepi kabupaten Sleman, tepatnya Berbah. “Suara Anak” di Sumber lor ini akan mengangkat sub-tema: Sumber Lor di Mata Anak.

Setelah gempa yang melanda Yogya dan sekitarnya desa ini tak luput dari proses pembangunan kembali. Anak-anak turut berpartisipasi dalam membangun kembali desanya dengan menuangkan mimpi-mimpi mereka melalui pameran foto karya anak dan majalah dinding pada Selasa, 8 Juli 2008 pukul 17.00.. Pameran ini sekaligus menjadi alat komunikasi agar orangtua bisa mengerti apa yang menjadi impian anak-anak tentang desanya

  1. Pajeksan

Kampung yang sangat dekat dengan pusat kota Yogyakarta ini mengambil sub-tema: Mendengarkan dan Belajar Bersama Anak.

Tema ini berangkat dari kecenderungan yang muncul di masyarakat Pajeksan yang selama ini kurang mau mendengarkan pendapat anak-anak. Suara Anak kali ini diharapkan bisa menjadi media anak menyampaikan pendapatnya sekaligus kampanye untuk mengajak orangtua belajar bersama anak. Serangkaian kegiatan yang mengisi Suara Anak di kampung ini adalah:

  • Sabtu, 28 Juni 2008; pukul 18.30 Pemutaran Film Anak

  • Minggu, 29 Juni 2008; pukul 08.00 Lomba Mewarnai PAUD di Balai RW Pajeksan

  • Sabtu, 5 Juli 2008; pukul 16.00 Pentas Seni, menampilkan barongsai, drama, tari-tari Jawa dan atraksi balita

  1. Cokrodirjan-Tegal Panggung

Masih di sekitar pusat kota Yogyakarta, tepatnya di seberang diagonal hotel Melia Purosani. Mengangkat sub-tema: Anak dan Tradisi, yang diangkat dari keresahan akan kondisi saat ini dimana seni tradisi semakin terlupakan. Anak lebih akrab dengan kesenian yang dibawa oleh media populer. Suara Anak di kampung ini ditujukan untuk menghidupkan kembali seni tradisional yang tumbuh di kampung-kampung kota Yogyakarta. Sebuah pentas seni anak akan digelar pada Sabtu, 12 Juli 2008 pukul 16.00 menampilkan barongsai dan tari-tarian tradisional.

  1. Wadas

Sebuah desa di depan pasar Sleman yang sebagian besar penduduknya hidup dari mengumpulkan sampah dan barang-barang bekas. Kebiasaan sebagian masyarakat di daerah Wadas menumpuk barang-barang bekas di sekitar tempat tinggal tampaknya memunculkan masalah tersendiri bagi anak, terutama dalam hal kesehatan.

Dengan sub-tema Anak Peduli Lingkungan, Suara Anak di kampung ini dirancang oleh anak sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat setempat akan kebersihan lingkungan. Kegiatan yang akan dilakukan meliputi:

  • Kamis, 10 Juli 2008; pukul 13.00: Workshop Air Bersih dan Bersih Desa

  • Jum’at, 11 Juli 2008; pukul 10.00: Permainan dan Lomba anak-anak

  • Sabtu, 12 Juli 2008; pukul 18.00: Pemutaran Film

Pusat Informasi “Suara Anak 2008”

YLPS Humana : (0274) 624-778

Utami Jatiningtyas : 081 7545 6433

(suaramalioboro@yahoo.com – editor amroen21@yahoo.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: