Jeritan Petani

Pemalang, 27 Juni 2008

Akibat kelangkaan pupuk, puluhan petani melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Dekopinda dan DPRD, senin, 23 Juni 2008 kemarin. Aksi mereka cukup mengundang perhatian masyarakat, karena mereka membawa 10 unit traktor sebagai kendaraan, serta spanduk besar hitam berisi tuntutan.
Aksi diwarnai pembakaran sejumlah patung jerami yang dianggap sebagai distributor dan pihak lain yg mempersulit pupuk. “Kami minta pupuk di permudah, kalau tidak kami akan golput dalam pilbub” ancam mereka.
Kedatangan mereka dimulai sekitar pukul 10.00. Rombongan demonstran berjalan berarak-arakan dari arah selatan menuju Gedung Dekopinda di jalan pemuda. Di gedung itu masih berlangsung pembinaan tata niaga distribusi pupuk yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop).
Koordinator demo, Andi Rustono dengan pakaian ala petani berorasi dengan kendaraan pickup. Spanduk besar dan sejumlah poster protes dipampangkan. Sementara traktor diparkirkan di pinggir jalan. Arus lalu lintas agak tersendat. Suara orasi para demonstran yang lantang membuat beberapa orang yang sedang mengikuti acara di gedung Dekopinda pada keluar menonton. Setelah berorasi sekitar 15 menit demonstran kemudian menuju ke DPRD. Di gedung wakil rakyat itu mereka diterima ketua DPRD Drs. H. Imron dan anggota komisi C juga hadir kepala Disperindagkop Ir. HM. Syahroni, kepala perwakilan PT. Kujang di Pemalang Hendro Winarto & Kabid Ketahanan Pangan Ir. Agus Setyo Budi.
Menurut Andi, masalah kelangkaan pupuk jangan diputar balikkan petani yang disalahkan, karena tidak mematuhi pola tanam. Dinas instansi terkait mestinya bisa mengantisipasi kebutuhan pupuk bagi petani. Jangan malah petani yg disalahkan. Kaum petani selalu diposisikan dalam keadaan sulit, selain harus menghadapi kesulitan akibat kenaikan BBM mereka masih harus pusing tujuh keliling untuk mendapatkan pupuk yang langka dipasaran dan harganya cukup tinggi. Kepala Disperindagkop mengatakan PemKab telah memiliki tim pengendali pupuk yang diketuai oleh kepala dinas pertanian. Sedang pihaknya sebagai anggota. Dia menjamin, pihaknya tidak ikut terlibat kasus penimbunan pupuk yang sedang ditangani Polres. Kalau ada yang menemukan bukti dirinya terlibat kasus itu, siap menghadiahi sejumlah uang. Dia mengakui distribusi pupuk bersubsidi mekanismenya belum berjalan dg baik. Dia akan menerapkan pembelian pupuk dg KTP ditingkat pengecer. (dhea_kaliwuluh@yahoo.co.id – JRK simpul Pekalongan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: