Penambalan Jalan Berlubang di Jalan Raya Pait-Sragi-Pekalongan

Sudah 2 hari ini rabu dan kamis,11 dan 12 juni 2008 ada kegiatan
tambal lubang jalan,yang dikerjakan oleh para pekerja.hasilnya ya
mendingan ngga ada lubang-lubang lagi di sepanjang jalan pait –
sragi.ini karena sudah jarang hujan,tetapi nanti bila hujan
tiba,pasti lubang – lubang akan terjadi lagi,apakah ini karena
kualitas bahan yang di gunakan atau komposisi nya yang dikurangi?
Apakah memang harus begitu? Keuntungan buat kontraktor apa buat
pemakai jalan,sebenarnya fungsi perbaikan manfaatnya buat siapa? Buat
pemenang tender apa buat pengguna jalan sich? Dah lumrahkah ini
terjadi di tiap-tiap daerah? Bagaimana di tempat teman-teman? Mohon
sharingnya…matur nuwun… ( andi prasetyo <perolhidrol@yahoo.com> – JRK simpul Pekalongan)

======================

Salam…
Perbaikan jalan sudah merupakan “proyek” Pemerintah di setiap daerah.
yang perlu mendapatkan perhatian adalah, pemborong atau penyedia jasa
yang melaksanakan perbaikan sarana dan prasarana di Indonesia pada
umumnya mempunyai tingkah laku seperti tikus yang dijaga kucing.
Apabila kucingnya dalam hal ini pengawas perbaikan tersebut meleng
atau “pura-pura meleng”, tentu saja sang tikus bisa berbuat
sekehendak hati…
Itu terjadi di daerah saya, Jembatan di Desa Cisambeng Kecamatan
Palasah Kabupaten Majalengka pernah mengalami
perbaikan berupa pembongkaran total (lapisan aspal/cor-an dan rangka
besi). Setelah menunggu hampir 4 bulan lamanya, selesailah sudah
pekerjaan tersebut. Tapi belum genap 1 minggu, jembatan tersebut
sudah “bending” alias melengkung…wal hasil, ya dibongkar ulang.

Jadi, setiap pengusaha pasti ingin merampungkan pekerjaan/Kontrak
dengan
cepat, irit biaya dan sudah tentu hasil yang besar.
Itu sudah lumrah…
yang harus ditanyakan, berapa bagian untuk pengawas dan pihak yang
mengadakan tender tersebut…
oh iya…sekalian tanyakan…
apa uang yang mereka terima seimbang dengan nyawa seseorang yang
mungkin mengalami kecelakaan karena tingkah mereka…

Yaaaaa…..Gitu Deh….

(fx_evolution@yahoo.com – Caraka FM)

Satu Tanggapan

  1. Bisa kita lihat efek dari tayangan tv yang hanya berorientasi keuntungan rupiah semata. Yang bertanggung jawab adalah mereka yang terlibat sehingga sebuah tayangan dapat ditonton oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: