Ketika Mereka Menentukan Antara Sekolah, Bermain atau Ngamen… ?

Dunia anak yang kita tahu adalah Bermain, dan Sekolah. Diluar itu semua, pilihan si anak yang menentukan kegiatan apalagi yang akan dilakukan selanjutnya. Terkadang kita prihatin dan iba, ketika melihat sosok seorang anak yang melakukan sesuatu diluar jalur dengan mengerjakan hal yang bukan menjadi tugasnya. Mari kita lihat sosok anak yang Berjualan Koran ditiap perempatan jalan, seorang anak yang sedang Menyemir sepatu di stasiun kereta api atau di terminal angkutan kota, atau menjual kantong plastik untuk bungkus belanjaan di pasar-pasar, atau pusat-pusat pertokoan yang ramai akan pengunjung.

Cibangkong salah satu daerah yang berada di tengah-tengah pusat kota Bandung, adalah salah satu wilayah dimana tingkat aktivitas anak-anak melakukan hal yang sebetulnya bukan bagian dari FITRAH / KODRAT nya sebagai seorang anak, menjadi salah satu contoh kecil dimana aktivitas tersebut tengah berlangsung.

Jumlah anak yang masih dalam usia sekolah di Cibangkong, terbilang banyak. Dari hasil survey sebuah lembaga Kemasyarakatan lokal, ada 45 % anak yang masih dalam tahap usia sekolah.

Estimasi jumlah anak menurut Tingkatan Pendidikan sekolah sebagai berikut :
Tingkat sekolah Jumlah
TK / TPA 5 %
SD 30 %
SMP 10 %

Total 45 %

Adapun presentase anak sekolah menurut Tingkatan Usia adalah :
Usia Anak tk Jumlah
TK / TPA 10 %
SD 25 %
SMP 10 %

Total 45 %

Catatan : Hasil survey yang dilakukan oleh Forum Warga Cibangkong ( FWC )dan
Yayasan LPAK Daarut Tauhid pada bulan Juli2002 s/d Maret 2003

Dari jumlah anak baik menurut tingkat pendidikan, maupun tingkat Usia, di Cibangkong anak-anak tersebut betul-betul sudah dan sedang terjadi, melakukan aktivitas yang bertentangan dengan FITRAH / KODRAT nya sebagai seorang anak yang seharusnya menikmati hak-hak mereka dalam Dunianya.

Mereka dengan semangat ke-kanak-kanakan nya, Mengamen dan Menjajakan Koran di perempatan jalan. Kita semua tahu resiko apa yang akan mereka alami ketika aktivitas tersebut dilakukan ditengah-tengah sedang lalu lalang kendaraan bermotor….?, apalagi dengan kecepatan yang tidak bisa mereka hindari apabila terjadi sesuatu, karena memang kondisinya seperti itu.

Ada beberapa Yayasan Sosial di Cibangkong, yang mempunyai program membantu Masyarakat / Warga yang kurang mampu, dengan memberikan santunan bagi mereka agar supaya kebutuhan dan keperluan pendidikan Moral anak-anak mereka terpenuhi.

Akan tetapi program yang dijalankan Yayasan tersebut bukan ber Oreintasi pada penanggulangan anak-anak supaya tidak beraktivitas di perempatan jalan dengan cara mengamen atau menjual koran, tapi lebih ke persoalan membantu meringankan kebutuhan pendidikan Moral / Agama, serta kebutuhan sehari-hari keluarga yang dibantu.

Maka hadir sebuah yayasan dari luar Cibangkong yang pada saat itu ( Tahun 2003 ), yang mana Yayasan tersebut dibawah naungan Pondok Pesantren Daarut Tauhid pimpinan KH.Abdullah Gimnastiar atau yang lebih dikenal dengan sebutan Aa.Gym.
Pendekatan yang dilakukan oleh Yayasan Daarut Tauhid tersebut, adalah dengan cara kerja sama Tim mereka, dengan Lembaga-lembaga yang ada di Cibangkong, salah satunya adalah Forum Warga Cibangkong ( FWC ), yang mana pihak Yayasan tersebut, meminta salah satu perwakilan FWC dan perwakilan Warga untuk ikut terlibat dengan membantu sebagai Relawan dalam menjalankan tugas Yayasan tersebut.

Waktu mulai berjalan, langkah awal tugas Yayasan dan Tim Relawan local adalah mengumpulkan data / jumlah anak yang masih dalam tarap Usia sekolah. Data itulah yang kemudian akan dijadikan bahan / amunisi untuk menjalankan program Yayasan tersebut.

Berbagai kegiatan mulai dilakukan, untuk menanggulangi persolan aktivitas anak-anak yang tak seharusnya mereka lakukan ( Mengamen & menjual Koran ) di persimpangan jalan. Salah satu tugas Tim Relawan dan Tim Yayasan adalah pendekatan kepada keluarga anak-anak yang melakukan aktivitas di jalan, serta melihat kondisi di dalam keluarga mereka.

Hasil yang diperoleh dari Observasi kedua Tim, mendapatkan data yang sangat mengejutkan dan diluar dugaan. Berikut hasil Observasi Tim.
Alasan Anak Beraktivitas dijalan Jumlah
Ikut –ikutan 3 %
Diajak Teman 2 %
Cari tambahan uang jajan 15 %
Membantu orang tua 10 %
Tambahan buat biaya sekolah 5 %
Disuruh oleh orang tua 10 %

Total 45 %

Itulah data yang dikumpulkan oleh Tim LPAK Daarut Tauhid & Forum Warga Cibangkong selama kurang lebih 8 bulan. Adapun hasil yang didapat dari pelaksanaan program Yayasan tersebut, bukannya berkurang jumlah anak yang beraktivitas dijalan, malahan jumlah anak yang turun kejalan semakin bertambah. Dan ketika Yayasan LPAK Daarut Tauhid selesai dengan programnya dan kembali kerumah ( Pondok Pesantren DT ), jumlah anak yang turun kejalan, belum ada perubahan yang pada akhirnya ada Yayasan lain yang melanjutkan program / Kegiatan tersebut yaitu Yayasan GANK ( Generasi Anti Narkoba & Kekerasan ) yang dipimpin oleh bapak Aa Sumirat. Dan sampai sekarang kegiatan Yayasan tersebut, tidak jauh dari apa yang telah dijalankan oleh Yayasan LPAK DT dengan pembinaan anak-anak yang beraktivitas dijalan, dengan berbagai kegiatan paling tidak mengurangi jadwal ana-anak untuk turun kejalan.

Mungkin hal yang terjadi di Cibangkong, dialami juga oleh wilayah-wilayah lainnya yang ada di Indonesia tentunya. Dan ini menjadi bahan renungan kita semua, sampai dimana peranan masyarakat peduli akan persoalan baik segi EKSPLOITASI dan HAM (Hak Asasi Manusia) serta Kekerasan yang terjadi di dunia anak-anak.

Semoga bukan hanya lembaga KOMNAS HAM Anak saja yang mencari Solusi dalam persoalan ini, akan tetapi kita sebagai bagian dari ruang lingkup dimana hal tersebut betul-betul terjadi ditengah-tengah kehidupan dimana kita berada dan ber SOSIALISASI.

Sonny Irawan RSC FM ( Radio Suara Cibangkong Bandung ) – editor – roni.vikers@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: