Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Juga! Bagaimana Nasib Rakyat Indonesia?

Sudah jatuh tertimpa tangga juga, begitu ungkapan kondisi rakyat kita sekarang ini. Seperti kita ketahui BBM (Bahan Bakar Minyak) sudah naik sejak tanggal 24 Mei 2008 yang lalu, yang memacu kenaikan berbagai harga di segala sektor baik produk barang maupun jasa. Masyarakat Indonesia semakin terjepit, para ahli memperkirakan angka kemiskinan akan semakin bertambah di Negeri kita ini. Kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak) tersebut ternyata bukan hanya menaikan berbagai barang dan jasa akan tetapi masih banyak di temukan kelangkaan untuk mendapatkan BBM itu sendiri. Sudah harganya naik masih saja di tambah dengan kelangkaan yang masih sering terjadi, terutama di bahan bakar minyak tanah yang sulit di cari, padahal bahan bakar ini adalah satu-satunya yang di cari dan sangat di butuhkan oleh rakyat  kecil, dan bukan itu saja, gas tabung yang konon katanya sebagai pengganti bahan bakar minyak pun sangat susah di dapatkan di wilayah Bandung selatan, kalaupun ada harganya sudah melabung tinggi hingga mencapai Rp 8.000,- s/d Rp 12.000,- untuk ukuran 12 kg.
“Sangat susah mencarinya, saya mencari dari Soreang sampai Cirangrang yang jembatan tol itu, dan hasilnya nihil alias tidak mendapatkan apa-apa, yang akhirnya saya beli kompor listrik sebagai pengganti anlternatif dimana gas sulit didapat, tapi ya sulit juga karena sekarang  sudah beberapa hari ini listrik di wilayah Bandung kalau siang hari padam, dan nyala lagi sore hari, memang sih tidak tiap hari, ya mungkin bergiliran” tutur Joni warga jalan Kopo menuturkan.

Listrik mati, produksi menurun
Belakangan ini di wilayah Kab. Bandung listrik sering sekali mengalami mati, biasanya dari pukul 09.00 atau pukul 10.00 dan nyala kembali pukul 15.00 atau pukul 17.00. Memang tidak secara terus menerus tapi mati bergiliran. Hal ini banyak di keluhkan oleh para pengrajin atau yang mempunyai usaha kecil terutama bordel (bordir) dan kompeksi yang hapir 90% alat produksinya menggunakan listrik.
“Sangat di rugikan sekali dengan matinya listrik ini, pertama produksi jadi menurun, sudah jelas pendapatan pun menurun, kedua complain dari pelanggan karena tidak tepat waktu, ya ini akan menimbulkan krisis kepercayaan dari pelanggan. Saya harapkan hal ini bisa di pahami oleh pihak yang bertanggungjawab, bukan tidak mau mengeti  tapi ya semuanya kan bisa di prediksi dan di asumsiakan, kapan mau mati dan kapan mau hidup, ya tolong dong di beritahukan kepada pelanggan semua jauh-jauh hari agar kitapun bisa merencanakannnya, minimal satu bulan sebelumnya” ungkap Sutrisno pemilik usaha kompeksi di desa Sangkanhurip. (pri_passfm@yahoo.co.id – Pass fm, editor -roni.vikers@gmail.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: