“BLT” Bantuan Langsung Tunai, Bikin Lieur Tarang (Bikin Pusing Jidat)

Di ungkapkan oleh Yuyun Sujana SE, kepala desa Pangauban Kec Katapang di sela-sela kegiatan siarannya di Radio Komunitas PASS FM, menyebutkan bahwa dirinya secara pribadi menolak dengan adanya BLT (Bantuan Langsung Tunai) ini. Tapi karena ini sudah program dari pusat maka selaku aparat yang baik tentunya tetap harus menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.
“Terus terang kalau aparat di tingkat desa ini sakarang sedang deg-deg pas menghadapi BLT ini, karena berbagai kemungkinan bisa terjadi, kalau masyarakat tidak sadar dan tidak memahami tentu mereka akan berontak dan sudah pasti pemerintah yang langsung berahadapan dengan mereka adalah pemerintah Desa” ujar nya.
Tapi tentunya ada tips yang cukup menarik dari desa Pangauban ini berkaitan dengan BLT, yang di paparkan oleh H. Damini WS selaku ketua BPD dari desa panguaban, yang menuturkan bahwa aparat Desa Pangauban dan BPD serta LKMD-nya mengadakan survey dan pendekatan terhadap warga-warganya dan menjelaskan kaitan dengan BLT ini, pada dasarnya masyarakatpun cukup menyadarinya. “Saya yakin warga Pangauban menyadari dan memahami permasalahan BLT ini” tuntasnya.
Hal senada pun di pertegas oleh salah satu pendengar PASS FM, yang mengenalkan dirinya Mamah Alfi yang menuturkan “Pada dasarnya masyarakat akan paham dan akan mengerti ketika informasi dan penjelasnya sampai ke masyarakat, yang katang (mungkin) jadi permasalahan karena pemerintah tidak mau menginformasikan dan transparan (terbuka) kepada masyarakat, dan sebaiknya segala program yang berkaitan dengan masyarakat mislanya BLT, P2KP dan sebagainya, seyogyanya biasa di informasikan dan di umumkan secara terbuka kepada masyarakat, karena masyarakat terkadang tidak tahu semua itu”
Banyak masyarakat menilai bahwa BLT ini merupakan pelecehan pemerintah terhadap masyarakat karena dinilai tidak mendidik, masyarakat diberi ikannya bukan diberi kailnya, bahkan diprediksi akan meningkat kembali angka kemiskinan di Indoensia tapi kritikan-kritikan pedaspun berlalu begitu saja tanpa di perdulikan oleh pemerintah, bahkan pemerintah menuding bagi mereka yang menghalang-halangi pembagian BLT maka harus ditindak karena sama dengan menghambat hak rakyat kecil untuk mendapatkan bantuan tersebut.
Banyak masyarakat menginginkan Konpensasi BBM tersebut bukan berbentuk BLT tapi suatu program yang dapat mengsejahterakan masyarakat, bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat, misalnya dengan program pemberdayaan usaha kecil menengah yang dikelola dengan transparan dan di manage secara profesional, sehingga masyarakat bisa lebih berdaya dan lebih maju. (pri_passfm@yahoo.co.id – Pass fm, editor – roni.vikers@gmail.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: