Monster Itu Bernama UN

Sudah bukan rahasia lagi kelulusan seorang siswa didik hanya ditentukan dalam hitungan hari.
ya, masa 3 tahun siswa menjalani sekolah nasibnya ditentukan oleh UN (Ujian Negara) yang digelar rata-rata hanya 3 atau 4 hari itu.
Jadi jangan heran jika banyak sekolah-sekolah yang melakukan cara instan untuk bisa mengantarkan siswa didiknya melewati UN. Maka banyak pula sekolah yang mulai meninggalkan pendidikan moral, pendidikan budi pekerti yang itu justru merupakan modal penting bagi masa depan mereka.
Banyak sekolah yang hanya mendoktrin siswa didiknya hanya pada mata pelajaran yang di UN kan saja. Bahkan sampai ada yang dikarantina segala.
Di pemalang lebih parah lagi, siswa justru diajari cara-cara yang tidak baik. Saking takutnya siswanya tidak lulus, banyak sekolah-sekolah yang melakukan MOU demi suksesnya UN. Harga diri sebagai pendidik hilang sudah, yang ada hanya bagaimana agar sang siswa mendapatkan nilai sesuai standar kelulusan.
Al hasil berbagai upayapun dilaksanakan, salah satu diantaranya dengan cara-cara kotor hilang sudah jati diri seorang guru, manakala ia diharuskan untuk melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan hati nuraninya, harus memberikan jawaban kepada siswanya.
Bu Siti, sebut saja namanya begitu, mengaku menangis sedih, hatinya menjerit tatkala beliau tahu apa yang dilakukan teman-temannya dalam UN. Masih jelas dalam ingatannya, hampir seluruh waktunya dihabiskan untuk mengajar anak-anak didiknya. Keluarganya ia korbankan, pagi hari mengajar, sore hari memberi jam tambahan, dengan harapan siswa didiknya bisa lulus.

Ya, memang akhirnya anak didiknya lulus juga. Tapi bukan dengan cara yang diharapkan. (dhea_kaliwuluh@yahoo.co.id – JRK Pekalongan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: