Kita Untung Bangsa Untung!!…….

Sepenggal kalimat itu mungkin pernah kita dengar dan bahkan mungkin sering melintas di telinga kita. Ya, itu adalah semboyan dari salah satu produk pelumas milik Pertamina, perusahaan yang mengatur segala bentuk kegiatan “perminyakan” di negara kita ini.

Kalau kita menyimak penggalan kalimat tadi, mungkin kita bisa mengartikan bahwa keuntungan yang diperoleh Pertamina adalah keuntungan untuk seluruh bangsa Indonesia juga.

Untuk sebagian orang yang memang berdiri di bawah “bendera” Pertamina mungkin saja semboyan itu merupakan motto yang selalu “dinyanyikan” dari mulai bangun tidur dan akan menjadi “doa sebelum tidur”.

Tapi jika kita sekarang melangkah keluar dan melihat kejadian di sekitar kita, mungkin akan membuat kita mencibir dan bahkan mungkin berharap tidak pernah mendengar semboyan tersebut.

Betapa tidak, dampak yang ditimbulkan dari 1.000-1.500 Rupiah kenaikan harga BBM (bensin dan solar) sudah pasti merupakan keuntungan bagi Pertamina, tapi apa dampak dari kenaikan harga BBM tersebut bagi mayoritas masyarakat Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan?, ternyata hanyalah jeritan dari mulut-mulut kaum lemah yang mungkin saja selama hidupnya tidak pernah tahu bagaimana rasanya membeli bensin atau solar tetapi harus semakin menderita akibat kenaikan harga kedua bahan bakar tersebut.

Mau tidak mau, kenaikan harga BBM selalu menjadi “Trigger” atas kenaikan harga sembako dan barang keperluan lainnya yang merupakan kebutuhan sehari-hari.

Apabila pada saat harga BBM belum naik masyarakat ekonomi menengah kebawah tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, tentunya kita tidak sanggup untuk membayangkan bagaimana nasib mereka pada saat harga BBM telah dinaikkan.

Satu-satunya cara untuk mengimbangi dan mengatasi kenaikan harga minyak dunia bisa jadi dengan menaikan harga BBM, tapi bagaimana cara untuk mengatasi permasalahan yang timbul akibat dampak dari kenaikan harga BBM yang terjadi di dalam negeri?, tentunya tidak akan cukup hanya dengan satu cara saja.

Pada saat kenaikan harga BBM masih berupa rancangan, sudah banyak permasalahan yang terjadi. Secara frontal kita bisa melihat berbagai aksi demo yang digelar masyarakat dan atau Mahasiswa untuk menolak rancangan kenaikan harga BBM tersebut. Namun lebih luas lagi, yang merupakan permasalahan utama adalah timbulnya rasa cemas, takut dan bahkan marah secara menyeluruh yang dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat terhadap keputusan akan dinaikannya harga BBM tersebut.

Aksi demo yang digelar hampir diseluruh penjuru tanah air tidak mendapatkan perhatian yang serius dan tidak bisa menghentikan rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM (walaupun sampai mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan materi).

Diam Itu Emas……

Ternyata kata-kata ini bukan hanya ungkapan, tetapi bagi sebagian orang merupakan jalan keluar dari peliknya masalah kenaikan harga BBM dan juga dampaknya yang sedang dialami sekarang ini. Mungkin akan lebih baik untuk diam dan menerima semua keputusan kenaikan harga BBM tersebut dengan sesak dada, karena memang tidak banyak yang bisa kita lakukan.

Untung dan ironisnya untuk mereka yang diam, ada konpensasi yang cukup menggiurkan, apalagi kalau bukan Bantuan Langsung Tunai alias BLT. Apakah itu merupakan jalan keluar? Tentu saja bukan, karena lagi-lagi solusi yang dianggap terbaik itu berbuah masalah, dari mulai tidak tercatatnya sebagian warga miskin kedalam daftar calon penerima BLT, adanya potongan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu, dan lain sebagainya.

Jadi kesimpulannya, kenaikan harga BBM sebenarnya bukan merupakan masalah. Jauh lebih parah lagi, kenaikan harga BBM merupakan akar permasalahan yang mengakibatkan masalah-masalah lain yang lebih pelik dan “njlimet” untuk dicari solusinya. TITIK (.)

Satu lagi, mohon diralat……siapa yang untung?

Taufik “FX” Hidayat
Kru Radio Komunitas Caraka FM
Desa Ciborelang Kec. Jatiwangi Kab. Majalengka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: