Rakyat Menjerit (kenaikan harga BBM)

pemerintah belum menaikan BBM saja ada beberapa SPBU di Indramayu yang sudah menikan harga Premium dan solar. premium mencapai Rp 8.000 dan Solar Rp 7.500. para nelayan dan jasa traktor kesulitan mendapatkan BBM. untuk mendaptkan 5 liter solar saja mesti minta ijin camat. (nurhadi_2101@yahoo.com)

salam, jayus

bernegara bukan hanya soal boleh naik atau tidak, tetapi kudu mengarah pada uuud yang sudah di sepakati bersama…kelihatannya kita sudah lama gak punya pemerintah…soalnya..amanat uud yang kita sepaki sudah tidak dijadikan pedoman untuk bertindak. pasal-pasl yang ada hany dianggap “tai kucing” yang bau saja, yang jika hidung di tutup maka mau itu bisa hilang… kita sudah menjadi negara tanpa memerintahan..rakyat sudah tidak bisa mengharapkan wakil yang mereka pilih ….omongan para “raja” semakin tidak karuan (yach namanya saja raja, terserah mau berbuat apa..yach toh…heheheheh).
kata-kata revolusi sosial menjadi hal yang harus diseriusi…tapi…harus dengan perencanaan yang sangat matang..jangan hanya hantam kromo…geto loh..

semoga kita selalu kuat seperti taon-taon lalu.. (olan_luhur@yahoo.com)

Salam,
Kenapa BBM Kita bisa Mahal, dan mesti naik terus ?…
Jawaban dari pertanyaan ini yang tidak pernah kita peroleh secara obyektif…

Kita memang terus dikibulin,…kasihan dech… (ade_dur@yahoo.com)

salam,
Setuju… luar biasa, provokativ sekali aktivitis rakom kita satu ini,
Mas @rey … ada satu artikel menarik, nich : terkait soal kenaikan BBM ini. Tapi, lagi-lagi kita dikibulin,,, mas….
hallo, temen2 rakom lain mana nich?.. (ade_dur@yahoo.com)

permasalahan BBM saya pikir tidak bisa disederhadakan menjadi urusan
menolak atau menerima kenaikan BBM. persoalan BBM adalah persoalan
multidimensi, persoalan yang menyangkut banyak hal dalam kehidupan kita.

seringkali kita mendengar umpatan seperti ini “pemerintah hanya bisa
mengambil kebijakan yang instan! tidak pernah berpikir panjang untuk
masa depan bangsa ini!”. pada satu sisi, kalimat ini kurang lebih benar.
tapi sayangnya, pihak yang melontarkan pernyataan ini, ternyata juga
berpikir “instan”. sebagai contoh misalnya, kenaikan harga BBM
ditanggapi dengan isu yang instan juga oleh para demonstran yaitu “tolak
kenaikan harga BBM!”. demonstrasi hanya sebatas menolak. ini juga
instan, karena tidak berpikir yang lebih panjang mengenai isu BBM.
memang betul, kenaikan BBM akan memiliki efek berantai yang akan
menaikan semua harga barang dan jasa sehingga inflasi pun terjadi. namun
menurut hemat saya, ini pun masih pikiran yang “instan”. hal ini tidak
ada bedanya dengan pemikiran pemerintah untuk menyelamatkan APBN karena
dapat menyelematkan negara ini dari pailit, walaupun banyak pihak yang
menentang bahwa logika penyelamatan APBN melalui menaikan harga BBM
merupakan hal yang keliru dan membohongi rakyat Indonesia.

namun, menurut saya, pemikiran yang lebih panjang dan strategis, dan
bukan pemikiran instan antara menolak dan menerima kenaikan BBM, adalah
permasalahan Ketergantungan! saat ini kita, bangsa Indonesia, sangat
tergantung pada BBM. BBM seolah merupakan satu sumber utama nafas bangsa
ini. sedikit saja ada gonjangan pada BBM, maka negara ini mudah sekali
tersulut dalam kerusuhan yang fatal. contohnya, jika hanya dalam satu
hari saja di suatu daerah kehabisan stock BBM, maka sudah dapat
dipastikan daerah itu akan kolap. ini baru sehari, bagaimana jika
seminggu saja. sudah dapat dapat dipastikan benih-benih kerusuhan yang
sangat mengerikan akan terjadi. saat ini, BBM adalah sumber pokok dari
semua siklus kehidupan bangsa ini.

di sisi lainnya, BBM merupakan sumber daya alam yang tidak dapat
diperbarui. dalam hitungan beberapa tahun ke depan, saya kira ini tidak
akan lama lagi, indonesia akan kehabisan sumber daya alam ini. semuanya
sudah terkuras habis. selain itu, tren harga BBM dunia tidak akan pernah
turun, harganya dari waktu ke waktu akan selalu merangkak naik. pelan
tapi pasti. ini karena jumlah BBM yang tersedia semakin berkurang, dan
jumlah permintaan semakin bertambah.

jika kita selalu berada dalam kerangka beripikir “menolak atau menerima”
seperti yang saat ini terjadi, maka kita akan melihat aksi demonstrasi
sepanjang tahun, bahkan setiap saat. karena sudah dapat dipastikan,
kita, baik pemerintah maupun rakyat, selalu berada dalam posisi
terjepit. namun beda halnya, jika kita semua berada dalam kerangka
berpikir yang sama yaitu “menolak ketergantungan terhadap BBM dan pasar
internasionalnya!”.

memang ini bukan pekerjaan yang mudah dan butuh waktu panjang, tapi jika
tidak dimulai dari sekarang, maka sebentar lagi saat BBM semakin langka
dan kerusuhan besar-besaran akan terjadi. tidak ada kata damai pada
waktu seperti ini. yang ada hanya “saya lapar!”. menghapuskan
ketergantungan harus dimulai dari pemerintah sebagai pihak yang
berwenang membuat kebijakan. Kebijakan yang secara serius dan
berkonsentrasi untuk menciptakan bahan bakar alternatif bagi bangsa ini.

selama ini, sudah banyak kita lihat di media-media massa, bahkan
tetangga kita sendiri misalnya, telah melakukan inovasi-inovasi untuk
menghapus ketergantungan terhadap BBM, contohnya penggunaan air untuk
mengganti BBM yang ditemukan oleh banyak sekali kalangan, misalnya salah
satu kampus swasta di jogja, dan oleh seorang bapak yang cukup kreatif
yang dapat menggunakan air untuk menghemat setengah penggunaan BBM. luar
biasa bukan.

seharusnya pemerintah tidak hanya berkutat mengurusi naik turunnya harga
BBM di pasar dunia, melainkan lebih berkonsentrasi menciptakan
energi-energi alternatif. bangsa kita diisi oleh orang-orang pintar yang
dapat melakukan banyak inovasi, sehingga modal pemerintah itu hanya
satu, dan lebih mudah, cukup menjadi pihak yang Sensitif! sensitif
terhadap perkembangan-perkembangan yang terjadi di masyarakat. jika
pemerintah telah sensitif dan menangkap perkembangan-perkembangan yang
terjadi, yang harus dilakukan kemudian adalah mendukung secara total
inovasi tersebut untuk kepentingan masyarakat luas.

sehingga aksi demonstrasi tidak hanya menuntut penurunan harga BBM,
melainkan juga menuntut pemerintah untuk HARUS dengan serius mengurangi
ketergantungan terhadap BBM. dan sebaliknya, strategi pemerintah dalam
carut marut naiknya harga BBM dunia tidak hanya membantu dengan BLT,
tapi juga harus mencari alternatif untuk mengurangi ketergantungan BBM.
jika ketergantungan sudah bisa dikurangi, maka naiknya harga BBM di
pasar dunia akan ditanggapi seperti ini: “apa urusan gue, BBM naik atau
enggak!”. (ketut@combine.or.id)

About these ads

Satu Tanggapan

  1. Kaporesta Parepare, AKBP Pratama Adhyasastra SH SIK
    Minta Masyarakat Mengawasi

    Untuk mewujudkan polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, diperlukan pengawasan masyarakat. Makanya, Kapolresta Parepare, Pratama Adhyasastra SH SIK meminta masyarakat untuk memberikan koreksi, pengawasan, meskipun itu pahit.

    Salman Razak, Parepare Usia ke 64 tahun yang jatuh hari ini, Kamis 1 Juli 2010, institusi kepolisian beerupaya meningkatkan kemitraan dengan masyarakat. Harapan ini disampaikan Kaporesta Parepare, AKBP Pratama yang dihubungi, Rabu 30 Juni di ruang kerjanya.

    Dia mengatakan, usia Polri yang ke-64, tentu memiliki harapan untuk menjadikan polisi semakin profesional. “Harapan kita sesuai dengan tema HUT Polri ke 64 yakni, membangun karakter melalui kepemimpinan yang unggul, kemitraan, profesionalisme dan etika prima,” jelasnya.

    Menurutnya, membangun kemitraan dengan masyarakat inilah yang paling penting agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian semakin terbangun. “Bagaimana agar tugas polisi pencitraannya di masyarakat semakin baik di usia ke 64 tahun ini,” katanya.

    Pratama mengajak masyarakat dan aparat kepolisian agar tetap menghindari kegiatan yang merugikan, seperti adanya suap menyuap. “Ini semua sebagai bentuk mewujudkan kepercayaan pencintraan masyarakat terhadap aparat kepolisian,” terangnya.

    Pratama menegaskan, ke dalam di internal tubuh kepolisian, tetap tegas, disiplin terutama menyangkut kinerja aparat sebagai pengayom masyarakat.

    “Kedisiplinan ke dalam terus kita tingkatkan, performa penampilan kesatuan, dan meningkatkan kinerja operasional,” tegasnya.

    Pratama menambahkan, di tahun 2010 ini, aparat kepolisian telah mengungkap sejumlah kasus seperti, kasus narkoba, curanmor, penganiayaan dan kasus pembongkaran distro.

    Anjangsana Rangkain HUT Polri ke 64, Kepolisian Resort Kota Parepare mengadakan berbagai kegiatan, seperti anjangsana ke panti asuhan, ke warakauri, purnawirawan, menjenguk aparat yang sakit, donor darah dan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Pecekke.

    “Kita juga telah melantik 53 orang polisi yang pangkatnya naik,” kata Kaporesta Parepare, AKBP Pratama. Selain itu, kata dia, masih rangkain HUT Polri ke 64, juga akan digelar acara sepeda santai yang dijadwalkan Ahad 4 Juli.

    “Termasuk hari ini, ada acara syukuran di Gedung Pratistha sekaligus memberikan penghargaan bagi aparat yang berprestasi,” tandasnya. (gsp.adji marsose)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: