PEMBIAYAAN RADIO KOMUNITAS

Meski bukan faktor satu-satunya, dana memiliki fungsi pendukung keberhasilan pelaksana program. Dalam pengembangan radio komunitas, meski para penggiatnya tidak mendapatkan honor, dana tetap dibutuhkan untuk penyediaan peralatan siaran. Jika ada komunitas yang mampu merakit sendiri seluruh peralatan, bahan bakunya pun masih tetap harus membeli dengan dana. Belum lagi kebutuhan pendukung lain, seperti rekening listrik, air dan telepon.

Dalam konteks seperti ini, pembiayaan harus menjadi pemikiran serius dalam proses perencanaan pendiriannya. Dalam perenvanaan anggaran harus sudah direncanakan sumber dana sumber dana pendirian, operasional harian, pemeliharaan alat, dan pengembangan ke depan. Pengelolaannya harus dilakukan secara transparan, bertanggung jawab dan membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa saja yang meninginkan informasi keuangannya. Dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembiayan ini, haruslah memedomani prinsip-prinsip manajemen pembiayaan radio komunitas.

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Menghitung Pengeluaran

Dalam perencanaan pembiayaan selain menghitung anggaran yang diperlukan untuk pertama, pendirian awal radio komunitas. Kedua, pengeluaran operasional yang potensial muncul setiap bulan seperti biaya listrik, telepon, konsumsi rapat, penyusutan investasi, dan dana mobilitas pengelola. Ketiga, biaya pemeliharaan peralatan dan pengembangan siaran yang akan diperlukan pada saat radio komunitas sudah berjalan.

Menggali Sumber Pemasukan

Identifikasi sumber anggaran merupakan bagian penting yang sudah sejak awal dilakukan. Perkiraan sumber anggaran dibuat sesuai dengan kebutuhan dana yang diperkirakan sebagaimana disepakati dalam perencanaan strategis. Secara normatif, Undang-undang Penyiaran dan Peraturan Pemerintah No. 51/ 2005 menyebutkan sumber pembiayaan radio komunitas berasal dari (1) sumbangan; (2) hibah; (3) sponsor; dan (4) usaha lain yang tidak mengikat. Meski, ada larangan bagi radio komunitas untuk mendapatkan dana dari pihak asing, tetapi dapat dijelaskan, selain sumber anggaran dari komunitas, juga bisa bersumber dari dukungan LSM atau yayasan yang dalam naungan hukum Indonesia. Tetapi, bagaimanapun, sesuai dengan prinsip radio komunitas, sumber dana terbaik yang mestinya dikembangkan adalah iuran dari komunitas, sedangkan dari pihak ketiga harus diposisikan sebagai penopang belaka.

Menggali dana akan terasa sulit manakala masih berada pada tahap perencanaan. Komunitas bisa jadi meragukan ide baru, dan bersikap apriori, rencana tidak akan terwujud, dan akhirnya enggan memberikan bantuan. Hanya orang-orang yang memiliki komitmen kuat yang rela memberikan sumbangan di awal pendirian radio komunitas. Para penggagas hendaknya pandai-pandai memilih orang yang bersedia memberikan bantuan. Kesalahan pilih ini, bisa berakibat negatif, menjadi kontraproduktif, karena mereka yang menolak ide baru, bisa memanfaatkan proses pengumpulan sumbangan sebagai bahan melemahkan perjuangan. Dalam konteks ini, harus disadari, sumbangan tidak selalu datang dari orang yang dianggap kaya. Sering kali orang yang dianggap sedang atau bahkan miskin rela memberikan sumbangan. Karenanya, dalam pengumpulan dana, harus memegang prinsip ‘menemui orang yang dikenal memiliki komitmen terhadap kegiatan sosial’. Prinsip lain, bangunlah kepercayaan komunitas, pengumpul dana adalah orang yang bercitra baik dan tidak dikenal sebagai pelaku korupsi, dan langsung membelanjakan dana yang terkumpul sesuai dengan perencanaan yang sudah dilakukan. Jika tidak, potensial memunculkan desas- desus dan akhirnya akan mengurangi kepercayaan komunitas.

Bantuan dari Anggaran Desa

Untuk radio komunitas yang proses pendiriannya diawali dari rembug desa dan melibatkan wakil dari berbagai elemen masyarakat dapat meminta pihak pemerintah desa untuk ikut membiayai pendiriannya. Untuk memperoleh anggaran dari desa perlu ada pendekatan dengan aparat desa. Sejumlah fakta menunjukkan, aparat desa rela memberikan plot anggaran ketika sudah terjalin hubungan harmonis antara dengan pihak penggagas. Tetapi, jika aparat desa merasa tersinggung, merasa dilangkahi atau kurang dihormati, akan cenderung menutup diri. Sehubungan dengan itu, merupakan tindakan bijak, manakala para penggiat radio komunitas bersikap santun dan penuh perhitungan dalam mencari donasi. Tetapi harus dicatat, sikap semacam ini bukanlah harus menjadi orang-orang oportunistik, walaupun juga sikap antagonistik atau perlawanan seringkali mendatangkan kegagalan bagi pejuang.

Selain soal strategi penting kiranya dikembangkan berbagai argumentasi mengenai manfaat radio komunitas bagi warga desa, yang berarti juga akan menunjukkan kemanfaatan bagi program-program desa. Argumentasi semacam ini menjadi penting juga, karena bahasa anggaran selalu menuntut rincian, apa manfaat dari anggaran dan adanya keseimbangan antara jumlah pengeluaran dengan nilai barang/jasa yang dibayar.

Donasi dalam Bentuk Barang

Bantuan yang diberikan komunitas dalam mewujudkan pendirian radio komunitas tidak selalu dalam bentuk uang, tetapi bisa juga berupa barang. Di awal pendirian sejumlah radio komunitas yang kini sudah berkembang, menerima bantuan berupa barang dari komunitasnya, seperti tape, kaset, mike, kabel, tiang pemancar, bahan-bahan pembuat pemancar, meja, kursi, triplek, kayu, kaca, paku dan bahan lain untuk membuat studio siaran.

Pencatatan Sumbangan

Pencatatan berbagai bentuk sumbangan yang diterima dari para pihak dalam mendukung berdirinya radio komunitas harus dilakukan secara detail dan sistematis. Jika sumbangan berbentuk uang, dicatat pada bagian debet dalam buku keuangan, tampak sebagai kekayaan organisasi. Bantuan juga bisa berbentuk jasa, seperti bantuan merakit perakatan, tenaga membangun ruang siaran dan sebagainya. Bantuan ini juga harus dicatat dan diberikan taksiran nilai rupiahnya. Jika berbentuk barang, pencatatan bisa disatukan dalam buku inventaris, dan disertai tafsiran harga untuk setiap jenis barang yang diterima. Pencatatan itu dimaksudkan menghitung besarnya modal pendirian radio komunitas, sekalgus untuk menjamin terpeliharanya barang inventaris. Penghitungan modal pendirian sangat penting, disamping untuk keperluan pengajuan badan hukum, perizinan maupun untuk menentukan nilai penyusutan barang.

Contoh Lembar Pencatatan

Daftar Penerimaan Sumbangan Berupa Barang

No.  Tanggal         Nama Barang          Jenis/Merk     Jumlah        Kondisi                 Harga

1.   1/2/2006    Tape Recorder                 XY                   1        Setengah pakai        Rp 000,-

2. 5/2/2006       Mikrophone                   XX                    2                 baru                Rp 000,-

3.   Dst

Penghitungan penyusutan barang penting dilakukan untuk melakukan perencanaan sampai kapan peralatan akan bisa digunakan dan kapan harus disiapkan gantinya. Sebagaimana diketahui, karena kelangsungan hidup radio sangat ditentukan kemampuan beroperasinya peralatan teknik yang digunakan. Sementara alat-alat elektronika memiliki masa hidup terbatas, apalagi jika barang tersebut tidak baru atau rakitan sendiri, sehingga daya tahannya semakin pendek. Dalam konteks inilah, agar proses penggantian alat bisa dilakukan sesuai dengan masanya, perlu diusahakan agar setiap bulan dapat menabung, sedikitnya sama dengan nilai penyusutan barang yang dipakai saat ini.

Sumber Pembiayaan Operasional

Untuk radio yang sudah mengudara, sumber pemasukan dapat diperluas, tidak hanya tergantung dari sumbangan. Berdasarkan pengalaman sejumlah radio komunitas, sumber pemasukan yang relatif bisa diharapkan secara rutin, antara lain, (1) hasil penjualan kartu pilihan pendengar; (2) sponsor; (3) iuran warga komunitas; dan (4) sumbangan dari simpatisan di luar anggota komunitas. Bahkan ada beberapa radio yang secara rutin berhasil mendapatkan bantuan dari pemerintah desa. Kesemuanya itu akan datang jika komunitas, simpatisan, dan pemerintah desa sudah merasakan manfaat atas berdirinya radio komunitas.

Sponsor

UU Penyiaran dan PP tidak memberi batasan pengertian tentang sponsor, maka bisa digunakan pengertian yang berlaku umum. Sponsor adalah pendukung suatu acara yang dapat diterimakan dalam bentuk uang tunai atau wujud barang/jasa. Berdasarkan pengertian itu, dapat disimpulkan, radio komunitas diperbolehkan menerima sponsor untuk pembuatan suatu acara, baik yang disiarkan secara langsung atau tidak langsung. Pihak yang menyemponsori bisa datang dari mana saja, baik perusahaan komersial maupun non-komersial.

Menurut peraturan perundangan yang berlaku, sponsor dan iklan memiliki arti yang sangat berbeda. Kalau iklan mengandung makna “menawarkan” sesuatu (jasa, barang, gagasan) yang dapat dimanfaatkan masyarakat, baik dengan atau tanpa imbalan kepada lembaga penyiaran yang bersangkutan (Pasal 1 ayat 1, UU No.32/2002). Sedangkan sponsor sama sekali tidak memerinci mengenai jenis produk milik sponsor yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Secara praktis, pembedaannya sebagai berikut:

Pola Sponsor:

“Acara Garaptani ini terselenggara atas kerjasama Radio Komunitas Sukamakmur dengan Toko Pak Tani.“

Pola Iklan:

“Toko Pak Tani menyediakan berbagai jenis pupuk dan keperluan untuk pengembangan pertanian organik dengan harga terjangkau, dan bisa bon dulu…”

Dalam pola sponsor, tidak ada penjelasan lebih rinci mengenai profil Toko Pak Tani, apalagi menyebutkan jenis produk dan harga. Pola sponsor hanya menjual “nama merek” saja. Diharapkan, pihak masyarakat sendiri sudah tahu tentang merek Toko Pak Tani. Sementara, untuk iklan akan memerinci jenis barang/jasa yang dijual Toko Pak Tani dengan berbagai kelebihan yang dimiliki. Kalimat dalam iklan bersifat mempengaruhi khalayak untuk membeli produk yang ditawarkan.

Bagi radio komunitas, peluang mendapatkan pemasukan dari sektor sponsor sebenarnya cukup besar. Keyakinan itu didasarkan kenyataan, di setiap lingkungan komunitas pasti ada pelaku-pelaku bisnis, seperti toko kelontong, warung kopi, warung makan dengan berbagai jenisnya, pengusaha mebel, pengusaha kue, jasa pijat, dan jasa membuat/menggali sumur. Pengalaman di sejumlah tempat membuktikan, mereka yang pernah menyeponsori program siaran radio ternyata makin dikenal masyarakat, dan bisnisnya semakin maju.

Mekanisme Pengelolaan Anggaran

Mekanisme atau tata cara pengelolaan keuangan hatrus dikembangkan sehingga para pihak bisa mendapatkan kepastian. Sekali lagi, meski tidak baku, beberapa prinsip berikut, diandaikan bisa membantu proses pengelolaan keuangan yang baik.

1.*

1. Setiap transaksi keluar maupun masuk harus dicatat sesuai tanggal kejadian, dan dilengkapi bukti pemasukan/pengeluaran yang sah dan benar.

2. Pencatatan dilakukan dengan menggunakan buku harian.

3. Setiap kejadian yang tidak rutin menyangkut keuangan hendaknya dicatat dalam Buku Peristiwa Penting.

4. Dibuat laporan secara rutin setiap bulan.

5.Laporan keuangan hendaknya ditempel di papan strategis di kantor studio agar warga komunitas dapat mempelajarinya.

6. Untuk tujuan pengendalian dan pengawasan internal perlu dipisahkan antara Bendahara dan kasir. Bendahara memegang kebijakan dan memiliki wewenang untuk mengeluarkan, tetapi tidak memegang uang, sedangkan kasir memegang uang tetapi tidak memiliki kewenangan untuk mengeluarkan tanpa perintah bendahara.

7. Setiap pengeluaran uang harus dibuatkan nota yang ditandatangani Bendahara dan Ketua.

8. Semua bukti transaksi keuangan harus disimpan secara baik, dan ketika dibutuhkan lagi dapat ditemukan dengan mudah.

9. Jika jumlah uang yang dimiliki tergolong besar, hendaknya disimpan di bank terdekat atas nama lembaga, bukan perorangan.

10. Untuk memperlancar kegiatan kalau sewaktu-waktu ada keperluan mendadak, perlu disediakan uang kas yang jumlahnya perlu disepakati bersama. Misalnya uang tunai yang boleh disimpan maksimal Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah).

11. Untuk menghindari penyalahgunaan dan kemungkinan terburuk, uang radio sebaiknya tidak dipinjamkan ke perorangan.

Indikator Keberhasilan

Tingkat pengelolaan keuangan radio komunitas dapat dinilai berhasil apabila memenuhi ukuran sebagai berikut:

1. Tercapainya kemandirian pendanaan untuk penyelenggaraan siaran radio komunitas.

2. Tersedianya dana yang dapat menjamin kesinambungan siaran radio komunitas.

3. Terciptanya kepercayaan warga komunitas terhadap pengelolaan keuangan radio komunitas.

Catatan Akhir

Baik Undang-undang Penyiaran maupun PP menegaskan, radio komunitas bersifat tidak komersial. Hal itu tidak berarti menutup kemungkinan radio komunitas mencari untung. Sebagai lembaga yang memerlukan kesinambungan pembiayaan, radio komunitas boleh saja mendapatkan keuntungan dari usaha yang dijalankan. Bedanya dengan radio komersial, keuntungan yang diperolehnya digunakan untuk melibatgandakan modal dan meningkatkan kesejahteraan pemilik beserta karyawannya, sedangkan keuntungan radio komunitas digunakan untuk menjamin kelangsungan siaran dan meningkatkan kualitas program.

Contoh:

PEMBUKUAN RADIO KOMUNITAS

“SUKA MAKMUR”

(Angkanya sengaja ditulis “nol” agar mudah untuk penyesuaian)

Tanggal             Uraian                                    Debet               Kredit                     Saldo

2/02/06    Saldo bulan Januari 2006                000

Sumbangan dari Pak X                     000

3/02/06    Sumbangan dari Ibu Y                     000

Membeli kertas HVS                                               000

Bayar rekening listrik                                              000

Dst

dst

28/02/06 Total Pemasukan bulan ini               0000

Total Pengeluaran bulan ini                                    000

Saldo akhir bulan ini                                                                             000

Nama tempat, tanggal

Pimpinan Utama Rakom                                                                              Bendahara

Tanda tangan                                                                                  tanda tangan

____________________                                                                                  ___________

nama terang                                                                                                nama terang

About these ads

3 Tanggapan

  1. Sekurang-kurangnya dua kali saya menawarkan kemungkinan didirikannya radio komunitas di wilayah ‘pedalaman’, yakni satu di Kabupaten Nanga Pinoh, Kalimantan Tengah dan yang kedua di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

    Tawaran itu saya ajukan kepada:
    Yang pertama, menejemen perusahaan HPH yang menangani Pembinaan Masyarakat Desa Hutan (PMDH) di kawasan Nanga Pinoh bagian selatan (hilir);
    Yang kedua, menejemen koperasi petani hutan rakyat yang beranggotakan 259 orang, yang bertempat tinggal tersebar di 10 desa di dua kecamatan.

    Saya tidak bisa mengajukan tawaran konkrit hingga ke perhitungan biaya pengadaan peralatan lengkap sampai bersiaran, bahkan termasuk pelatihan-pelatihannya.

    Tentu saja, biaya pendirian rakom sifatnya partisipatif secara prinsip. Namun ancar-ancar rincian kebutuhan peralatan dan perkiraan (atau harga pasti) harga-harganya kalau seluruhnya harus dibeli, perlu disampaikan sebagai bagian dari penawaran. Kalkulasi biaya ini penting karena mesti juga diperbandingkan antara besarnya biaya dan manfaat apa saja yang dapat diperoleh dari adanya radio komunitas untuk keperluan pengayaan informasi dan perluasan jaring komunikasi warga komunitas.

    Saya perlu bantuan jawaban. Sekiranya para pembaca punya jawabannya mohon dibagi. Tak apa, melalui ruang ini saja.

  2. harga pemancar paket dari 5 jt – 8 jt. (exciter, kabel antena 30 m, antena dipole 2 bay). untuk audio input, ini bergantung kemampuan dan kebutuhan. misalnya akan menggunakan computer/cd player/tape dll, mixer (bermacam harga dan kualitasnya) 4-12 chanel harga berkisar 900 rb – 2 jt. mic (tgtg kualitas) 80 rb – 200 rb bahkan ada yg sampe jut. untuk studio jg tergantung kemampuan dan kesepakatan warga. tp kalo membangun ya menjadi sangat mahal.

  3. bisa dijelaskan gak rincian anggaran dana untuk membentuk radio? Ya dari nol lah,,,, semuanya.. pokoknya membangun dari awal… Mohon bantuannya yach,,, berapa kira2 rincian anggaran totalnya. Makasih banyak sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: